"...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Q.S. Al-Mujaadalah : 11)
20 April 2009
18 Kiat Membahagiakan Istri
Dalam rangka mengokohkan hubungan kekeluargaan dikalangan kaum Muslimin dan menyebarkan tuntunan Islam di dalam pembinaan keluarga, Asosiasi Pelajar Islam di Universitas Alberta, Kanada menerbitkan sebuah ikhtisar berbahasa Inggris terjemahan dari buku yang ditulis dalam bahasa Arab oleh Syaikh Muhammad Abdul Halim Hamid, seorang Ulama asal Mesir alumni Universitas Islam Madinah, Madinah Munawaroh, Saudi Arabia. Buku tersebut adalah How To Make Your Wife Happy (Bagaimana Membahagiakan Istri Anda)
Buku ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah penulis baca yang membahas masalah ini. Di dalamnya disajikan dengan lengkap dan rinci, bagaimana cara memenuhi hak dan menunaikan kewajiban kepada istri di dalam aktifitas sehari-hari.
Ikhtisar di bawah ini menjelaskan tanggungjawab utama seorang suami berikut contoh-contoh adab atau prilaku apa yang selayaknya dan seharusnya dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya. Setiap point yang disebutkan di sini, didukung oleh Al Quran dan Assunnah dan prilaku para sahabat, tetapi karena terbatasnya kolom yang tersedia, dalil-dalil tersebut tidak dapat kami sebutkan di sini.
Banyak buku yang hanya membahas kewajiban istri terhadap suami. Sementara pada kenyataannya permasalahan rumah tangga bukan hanya disebabkan oleh tidak terpenuhinya hak-hak suami, tetapi juga dikarenakan banyaknya suami yang belum memenuhi kewajibannya dan menunaikan hak-hak para istrinya. Tulisan ringkas yang diilhami dari ikhtisar yang kami sebutkan di atas ini insyaAllah menjadi penyeimbang, agar para suami pun dapat mengetahui masalah yang penting ini, sehingga rumah tangga yang dibina menjadi rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan penuh rahmah.
Apa sajakah yang harus dilakukan Anda sebagai seorang suami kepada istri Anda agar dia berbahagia?
1. Perjumpaan yang manis
Setelah pulang dari bekerja, kuliah atau perjalanan jauh ataupun kegiatan lainnya yang telah memisahkan kalian, lakukan tips berikut ini:
Mulailah dengan salam/sapaan yang baik
Dimulai dari “Assalamu’alaikum” sambil menyunggingkan senyum, dan ikhlaskan hati Anda dan berdoalah kepada Allah untuk istri Anda tersayang. Salam dan senyum adalah sunnah, sedang mendoakan istri adalah kewajiban Anda.
Jabat tangannya kalau perlu cium juga pipinya dan tunda dulu niat Anda untuk menyampaikan berita yang sekiranya tidak akan mengenakkan hatinya.
2. Ucapkan perkataan yang baik
Dalam bertutur kata dengan istri Anda, pilih kata-kata yang berdampak positif dan hindari yang berakibat negatif. Agar istri Anda mengerti apa yang Anda katakan, ucapkan setiap perkataan dengan jelas dan ulangi kata-kata Anda bila perlu.
Berilah perhatian ketika Anda mendengarkan ucapan atau ceritanya. Hal ini akan membuatnya merasa dihargai, sebagaimana Anda juga merasa dihargai, apabila perkataaan Anda didengarkan dengan baik.
Panggillah dia dengan panggilan mesra yang disukainya, misalnya “sweet heart, honey, sayang, Sholihah dan panggilan mesra lainnya. Kebiasaan ini akan menambah kemesraan hubungan kalian.
3. Bersahabat dan santai
Jangan terlalu sibuk dengan urusan Anda sendiri, sediakan waktu untuk bercengkrama bersamanya. Sampaikan padanya kabar-kabar yang menyenangkan dan selalu ingatkan dia tentang kenangan indah bersamanya. Dalam hal ini jangan terlalu serius, karena akan membuat kaku suasana. Santailah sedikit, jangan perlakukan istri Anda seperti teman sejawat atau bawahan Anda di tempat kerja.
4. Permainan dan Selingan
Agar kehidupan rumah tangga Anda tidak terlalu monoton, selingi aktifitas Anda berdua dengan senda gurau dan pupuk selera humor Anda. Lakukan permainan dan perlombaan olahraga atau selainnya, ajak dia menonton pertunjukan atau hiburan yang halal dan jauhilah hal-hal yang haram dari pilihan hiburan Anda.
5. Membantunya dalam tugas kerumahtanggaan
Lakukan apa saja yang Anda bisa atau Anda sukai guna menolongnya melakukan tugas rumah tangga, terutama kalau dia sakit atau lelah.
Hal yang juga penting adalah membuatnya merasa dihargai, karena Anda tak pernah lupa memberi penghargaan atas kerja kerasnya di dalam menyelesaikan tugas rumah tangga.
6. Musyawarah
Biasakan bermusyawarah khususnya dalam memecahkan persoalan keluarga. Buat dia merasa, bahwa pendapatnya adalah amat penting bagi Anda. Oleh karena itu Anda harus mempelajari dan mendengarkan pendapatnya dengan seksama dan Anda harus rela meninggalkan pendapat Anda, serta mengikuti pendapatnya, bila pendapatnya itu benar dan lebih baik.
Berterima kasihlah kepadanya karena telah membantu Anda dengan pendapat yang dikemukakannya.
7. Ziarahi sesama Muslim
Pilih kerabat dan orang terdekat yang shalih untuk dikunjungi dengan tujuan membina hubungan baik dengannya. Banyak dampak positif dari mengunjungi kerabat dan orang-orang terdekat yang shalih (jangan sia-siakan waktu dalam kunjungan tersebut, gunakan kesempatan bertemu dengan mereka sebaik-baiknya)
Jangan lupa tekankan keharusan mempraktekkan Akhlak Islami di dalam kunjungan Anda.
Guna menjaga hubungan Anda berdua, jangan memaksanya mengunjungi seseorang atau keluarga yang membuatnya tidak nyaman dengan kunjungan itu.
8. Apa yang harus dikerjakan sebelum dan ketika melakukan perjalanan jauh
Dalam menjalankan tugas Anda sebagai suami atau sebagai bagian dari kewajiaban profesi Anda di kantor/ di tempat kerja, kadangkala Anda harus melakukan perjalanan jauh, meninggalkan anak dan istri Anda. Sebelum melakukan perjalanan jauh hendaknya Anda memperhatikan hal-hal berikut:
- Ucapkan selamat tinggal yang mesra kepada anggota keluarga yang Anda tinggalkan, terutama istri Anda dan ucapkan nasihat-nasihat yang baik sebelum berangkat.
- Bacalah do’a safar.
- Mintalah istri Anda agar selalu mendoakan Anda ketika Anda tidak bersamanya.
- Tinggalkan untuk istri dan anak Anda uang dan kebutuhan keluarga yang cukup
- Pulang sesegera mungkin
- Bawalah oleh-oleh untuknya dan untuk anak-anak kesayangan Anda.
- Hindari pulang di waktu yang tidak diharapkan (ketika dia sedang nyenyak tidur) atau di waktu tengah malam.
- Bawalah istri Anda serta apabila mungkin.
9. Nafkah dalam bidang keuangan
Sebagai suami hendaknya Anda bijaksana di dalam membelanjakan uang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Anda tidak boleh pelit terhadap istri dengan uang Anda dan juga sebaliknya janganlah boros.
Anda akan mendapatkan pahala atas nafkah yang Anda berikan kepada keluarga yang menjadi tanggungan Anda, walaupun hanya sekadar sekerat roti yang diberikan kepada istri hasil dari keringat Anda sendiri (al-hadist).
Dalam rangka menjaga perasaan istri Anda, adalah sangat dianjurkan agar Anda memberinya uang sebelum dia memintanya.
10. Berbau harum dan berdandan
Ikuti sunnah mencukur rambut yang tumbuh di bagian sekitar kemaluan dan ketiak. Selain itu Anda juga diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan terutama bila Anda berduaan dengannya, Jangan sungkan-sungkan mengoleskan parfum ke tubuhnya ketika Anda hanya berduaan dengannya dan ketika dia tidak ingin ke luar rumah.
11. Hubungan seksual
Adalah kewajiban Anda untuk rutin membiasakannya bila Anda tidak berhalangan melakukannya (misalnya sakit dan lain-lain). Jangan lupa memulainya dengan “bismillah” dan ucapkan doa “allahumma janibnassyaithon…“. Masukkanlah kemaluan Anda di tempat yang selayaknya (jangan di anus) jangan lupa awali dulu dengan “pemanasan” dan sertakan kata-kata mesra. Lanjutkanlah sampai Anda memuaskan keinginan seksualnya (sampai istri Anda orgasme). Hendaknya Anda melakukannya dengan rileks tanpa beban dan perasaan sekadar menunaikan kewajiban dan sertailah cumbu rayu Anda dengan canda.
Kemudian perhatikan hal-hal penting berikut ini:
Jangan “mencampurinya” ketika datang bulan, karena perbuatan tersebut haram hukumnya.
Lakukan apapun yang Anda bisa, tapi jangan merusak suasana dengan menyentuh “rasa malunya dan bayangannya tentang keindahan hubungan seks”. Misalnya: melepaskan pakaian Anda sendiri dan membiarkannya menonton Anda bugil, tetapi hendaknya Anda berdua saling membukakan pakaian pasangan anda, tentu saja dibarengi canda dan rayuan.
Hindari posisi yang membahayakannya, seperti menekan dadanya dan posisi yang bisa menyumbat pernapasannya, terutama kalau Anda mempunyai badan yang berat.
Cari waktu yang cocok dan pertimbangkan segala sesuatunya karena kadangkala istri Anda sakit atau tidak fit karena letih.
13. Menjaga “Dapur Keluarga”
Setiap orang punya privasi yang tak boleh dilanggar. Rumah Tangga pun begitu juga, setiap anggotanya punya rahasia yang tidak pantas diketahui oleh orang lain. Oleh sebab itu, jangan sampai Anda mengungkapkan kepada orang lain informasi rahasia rumah tangga Anda, seperti rahasia ranjang, masalah pribadi istri Anda dan privasi lainnya.
14. Bantulah dia di dalam ketaatan kepada Allah
Salah satu tanggung jawab Anda sebagai seorang suami adalah Anda berkewajiban membantu istri di dalam ketaatan kepada Allah. Biasakanlah melakukan hal-hal berikut ini:
- Bangunkan istri Anda di sepertiga malam terakhir dan ajak dia menegakkan shalat Qiyamullail
- Ajari dia apa yang Anda ketahui dari Al Quran dan tafsirnya.
- Ajari dia “Dzikr” (cara untuk mengingat Allah dengan mencontoh Rasulullah) di pagi dan petang.
- Anjurkan istri Anda untuk membelanjakan uangnya di jalan yang diridhoiNya.
- Bawa dia serta ketika mengerjakan haji dan umrah, kalau Anda mampu.
Dalam rangka untuk menjaga sillaturrahim dengan keluarga istri Anda dan persaudaraan Islam dengan kerabat dan teman-temannya lakukan hal-hal berikut ini:
- Ajak dia untuk mengunjungi keluarga dan kerabatnya, terutama orang tuanya.
- Undang mereka untuk mengunjungi istri Anda dan sambutlah dan hidangkan kepada mereka jamuan yang terbaik.
- Beri mereka hadiah di waktu yang spesial, seperti hari Raya dan lain-lain.
- Ulurkan tangan ketika mereka membutuhkan dengan memberikan bantuan baik berupa uang maupun bantuan lainnya.
- Jaga hubungan baik dengan keluarganya setelah Anda ditinggalkan oleh istri Anda apabila dia meninggal dunia mendahului Anda, Dalam hal ini Anda sebagai seorang suami sangat dianjurkan untuk mengikuti sunnah dengan selalu melanjutkan pemberian apapun yang biasa dilakukan oleh mendiang istri kepada siapapun yang biasa diberi ketika hidupnya, terutama dari kalangan teman-temannya dan keluarganya.
15. Pembelajaran Nilai-nilai Islam dan Pemberian Nasihat
Tanggung jawab Anda sebagai suami yang lainnya adalah Anda berkewajiban memberi pelajaran kepada istri Anda di dalam hal-hal yang mencakup Dasar-dasar Islam, Tugas dan kewajibannya sebagai seorang Istri, Membaca dan menulis bahasa Arab, serta Hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan Wanita.
Anda juga harus mendorong dan mendukungnya untuk menghadiri majelis ta’lim, serta membelikannya buku-buku dan Majalah Islam, kaset-kaset, CD dan VCD yang memuat ceramah dan pelajaran Islam, guna melengkapi perpustakaan pribadi di rumah Anda. Ikuti terus perkembangannya dengan evaluasi yang rutin dan terus menerus, serta berilah nasihat dan spirit jika istri Anda mulai kendor semangat belajarnya.
16. Cemburu yang proporsional
Cemburu adalah fitrah. Bahkan seorang suami harus cemburu terhadap istrinya, tetapi jangan berlebihan (cemburu buta). Kadang hubungan suami istri jadi kurang enak, karena suami yang tidak punya rasa cemburu ataupun bahkan berlebihan mencemburui istrinya. Maka dari itu patuhi rambu-rambu “cemburu” berikut ini agar rumah tangga Anda langgeng.
- Yakinkan, bahwa dia telah menutupi tubuhnya dengan hijab yang sempurna sebelum meninggalkan rumah. Amat berbahaya apabila Anda sebagai suami tidak cemburu sama sekali manakala istri keluar rumah tapi auratnya terbuka alias tidak tertutup sesuai syariat.
- Batasi pergaulannya, jangan sampai bercampur baur dengan laki-laki yang bukan mahram. Pintu “cemburu buta yang berlebihan” adalah dibukanya kran pergaulan lelaki dan wanita yang bukan mahram, kecuali kalau Anda menganggap wajar bila istri Anda berbicara bebas dengan lelaki asing yang bukan mahramnya.
- Cegahlah perasaan cemburu buta, misalnya dengan menyimak setiap tutur katanya dan jangan sampai salah mengerti apa yang diucapkan sehingga melenceng jauh dari maksud istri Anda sebenarnya. Salah pengertian ini bisa membuat cemburu buta yang akibatnya mengganggu hubungan suami istri.
- Cegahlah istri Anda dari bepergian sendirian ke luar rumah untuk keperluan yang tidak penting.
- Cegahlah istri Anda mengangkat telepon ketika telepon berdering, manakala Anda atau anak laki-laki Anda bersamanya. Ajarilah dia menjawab seperlunya dengan intonasi yang wajar-wajar saja, bila terpaksa harus menjawab telepon dari lelaki yang bukan mahram.
17. Sabar dan Lemah lembut
Masalah rumah tangga adalah sesuatu yang lumrah dalam perkawinan. Yang salah adalah respon yang berlebihan dan membesar-besarkan masalah, hingga kadang ikatan pernikahan menjadi retak. Dalam menghadapi masalah, kadang suaami harus menunjukkan kemarahan kepada istri, misalnya apabila sang istri sudah keluar dari ketaatan kepada Allah dengan menunda-nunda sholat, membangkang, menonton film yang dilarang di Televisi atau bioskop dan lain-lain. Tetapi bila istri Anda menyesali perbuatannya dan menunjukkan i’tikad baiknya, maafkanlah kesalahannya.(baca poin 18)
Bagaimana cara terbaik untuk mengoreksi kekeliruannya?
Ikuti tips berikut ini:
Pertama, dengan menasihatinya secara bersendirian (jangan di depan anak-anak Anda atau orang lain, guna menjaga perasaannya), baik secara tersirat maupun tersurat. Dan lakukanlah upaya ini berulang kali jangan hanya sekali saja.
Kedua, bila istri Anda belum jera juga, punggungi dia di tempat tidur (untuk menunjukkan perasaan Anda), Dengan catatan, Anda tak perlu pindah dari ranjang tempat Anda biasa tidur bersama ke ranjang lainnya, atau meninggalkan rumah Anda dan pindah ke rumah lainnya ataupun tidak bicara sama sekali dengan istri Anda. Tidak perlu demikian, cukup dengan membelakanginya di tempat tidur, istri Anda sudah merasa, bahwa dia sedang ditegur.
Solusi terakhir adalah “memukulnya dengan ringan” (hal ini diperbolehkan). Dalam hal ini Anda harus memperhatikan hal berikut ini:
Adalah merupakan sunnah untuk menjauhi langkah menghukum istri dengan memukulnya, karena Nabi Muhammad tidak pernah memukul wanita (istri-istrinya) atau budak-budaknya.
Anda baru diperbolehkan melakukannya apabila istri Anda sudah keterlaluan dalam ketidak taatannya, misalnya sering menolak berhubungan seksual tanpa alasan yang diperbolehkan, sholat tidak pada waktunya secara terus menerus, meninggalkan rumah tanpa seijin Anda, atau menolak untuk mengatakan apa yang dialaminya ketika dia meninggalkan rumah dan lain-lain.
Langkah di atas tak boleh Anda lakukan, kecuali setelah memunggungi istri Anda di tempat tidur dan setelah membicarakan masalah ini dengannya sebagaimana Al Quran menuntun kita.
Anda tak boleh memukul istri Anda sampai melukainya atau memukul bagian badan yang sensistif, seperti wajah atau kepala.
18. Maafkan dia dan cela perbuatannya yang buruk dengan wajar
Jangan menjadi pendendam, setiap insan bisa berbuat salah, maafkan istri Anda bila ia melakukan kesalahan, tapi hukum dia dan celalah perbuatannya yang buruk, agar dia tidak mengulanginya lagi. Ini akan melanggengkan hubungan rumah tangga kalian berdua. Dalam hal ini perhatikanlah kiat-kiat berikut ini:
Lihatlah kesalahannya yang fatal saja, jangan mengungkit-ungkit kesalahannya yang kecil. Maafkan kesalahannya, tetapi beritahu dia, bahwa perhitungannnya terserah Allah terutama hal-hal yang menyangkut kesalahannya kepada Allah seperti menunda sholat dan lain-lain.
Ingat-ingatlah perbuatan baik istri Anda, di ketika dia melakukan kesalahan. Dan camkanlah, bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, oleh karena itu carilah selalu alasan untuk memaafkannya, seperti misalnya, mungkin ia lelah, sedih atau sedang labil karena datang bulan, atau komitmennya kepada Islam sedang dalam pertumbuhan atau alasan-alasan masuk akal lainnya.
Jangan sekali-kali melontarkan celaan, karena masakannya yang kurang enak, sebagaimana Rasulullah tak pernah sekalipun mencela seorangpun dari istri-istri beliau karena masalah ini. Jika menyukai masakan yang dihidangkan sang istri, beliau memakannya dan jika tak berselera, beliau tak menyantapnya dan tak memberikan komentar sama sekali.
Sebelum Anda menyatakan bahwa istri Anda tercinta melakukan kesalahan, cobalah pendekatan lain yang tidak langsung yang mungkin akan lebih efektif daripada teguran langsung.
Hindari penggunaan sindiran dan kata-kata sarkasme yang mungkin dapat melukai perasaannya.
Bila musyawarah dan diskusi untuk membicarakan kesalahan istri Anda dianggap jadi solusi terbaik, cari waktu yang tepat dan tunggu sampai Anda bisa menjaga privasi dari keberadaan pihak ketiga yang tak berkepentingan.
Tunggulah sejenak dan bersabarlah sampai kemarahan Anda mereda. Ini sangat membantu dalam mengontrol ucapan Anda. Karena biasanya orang yang sedang marah, ucapannya jadi tak terkendali.
Akhirnya, rinci sudah penjelasan bagaimana cara membahagiakan istri Anda. Pesan kami, jangan cuma mendalami teori yang penting prakteknya!!
16 April 2009
Bahaya Menyekutukan Allah
Definisi syirik adalah lawan kata dari tauhid, yaitu sikap menyekutukan Allah secara dzat, sifat, perbuatan, dan ibadah. Adapun syirik secara dzat adalah dengan meyakini bahwa dzat Allah seperti dzat makhlukNya. Akidah ini dianut oleh kelompok mujassimah. Syirik secara sifat artinya seseorang meyakini bahwa sifat-sifat makhluk sama dengan sifat-sifat Allah. Dengan kata lain, mahluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah. Tidak ada bedanya sama sekali.Sedangkan syirik secara perbuatan artinya seseorang meyakini bahwa makhluk mengatur alam semesta dan rezeki manusia seperti yang telah diperbuat Allah selama ini. Sedangkan syirik secara ibadah artinya seseorang menyembah selain Allah dan mengagungkannya seperti mengagungkan Allah serta mencintainya seperti mencintai Allah. Syrik-syirik dalam pengertian tersebut, secara eksplisit maupun implisit, telah ditolak oleh Islam. Karenanya, seorang muslim harus benar-benar berhat-hati dan menghindar jauh-jauh dari syirik-syirik seperti yang telah diterangkan di atas.
Contoh bentuk-bentuk syirik ada banyak. Di antaranya, pertama, menyembah patung atau berhala (al-ashnaam). Allah swt. menyebutnya dalam ayat berikut ini.
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. [QS. Al Hajj (22): 30]
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya, “Wahai Bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?” [QS. Maryam (19): 42]
Menyembah matahari adalah bentuk syirik yang kedua. Allah menolak orang-orang yang menyebah matahari, bulan, dan atau bintang.
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. [QS. Al A'raaf (7): 54]
“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah”. [QS. Fushshilat (41): 37]
Bentuk syirik yang ketiga adalah menyembah malaikat dan jin.
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan) bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. [QS. Al An'aam (6): 100]
“Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat, “Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?” Malaikat-malaikat itu menjawab, “Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka. Bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu.”. [QS. Saba' (34): 40-41]
Bentuk syirik keempat adalah menyembah para nabi, seperti Nabi Isa a.s. yang disembah kaum Nasrani dan Uzair yang disembah kaum Yahudi. Keduanya sama-sama dianggap anak Allah.
Orang-orang Yahudi berkata, “Uzair itu putera Allah,” dan orang-orang Nasrani berkata, “Al masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?” [QS. At-Taubah (9): 30]
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam.” Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. [QS. Al-Maidah (5): 72]
Bentuk syirik yang kelima adalah menyembah rahib atau pendeta. Allah berfirman, “Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al-Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
Adi bin Hatim r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai hal tersebut, seraya berkata, “Sebenarnya mereka tidak menyembah pendeta atau rahib mereka.” Rasululah saw. menjawab, “Benar, tetapi para rahib atau pendeta itu telah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, sementara mereka mengikutinya. Bukankah itu tindak penyembahan terhadap mereka?”
Bentuk syirik yang keenam, menyembah Thaghuut. Istilah thaghuut diambil dari kata thughyaan artinya melampaui batas. Maksudnya, segala sesuatu yang disembah selain Allah. Setiap seruan para rasul intinya adalah mengajak kepada tauhid dan menjauhi thaghuut. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu. Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” [QS. An-Nahl (16): 36].
Dan tauhid yang murni tidak akan bisa dicapai tanpa menghindar dari menyembah thaghuut. Allah berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu, barangsiapa yang ingkar kepada thaghuut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS. Al-Baqarah (2): 256]
Allah bangga dengan orang-orang beriman yang menjauhi thaghuut. “Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku.” [QS. Az-Zumar (39): 17]
Bentuk syirik yang ketujuh adalah menyembah hawa nafsu. Hawa nafsu adalah kecendrungan untuk melakukan keburukan. Seseorang yang menuhankan hawa nafsu, mengutamakan keinginan nafsunya di atas cintanya kepada Allah. Dengan demikian ia telah mentaati hawa nafsunya dan menyembahnya. Allah berfirman, “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” [QS. Al-Furqaan (25): 43]
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya, dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” [QS. Al-Jatsiyah (45): 23]
Macam-macam Syirik
Ada dua macam syirik, yaitu syirik besar dan syirik kecil. Masing-masing dari kedua macam ini mempunyai dua dimesi: zhahir (tampak) dan khafiy (tersembunyi).
Syirik besar (asy-syirkul akbar) adalah tindakan menyekutukan Allah dengan makhlukNya. Dikatakan syirik besar karena pelakunya tidak akan diampuni dosanya dan tidak akan masuk surga. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia; dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [QS. An-Nisaa' (4): 116]
Syirik besar ini dibagi dua dimensi: zhahir dan kafiy. Contoh syirik besat yang zhahir adalah seperti menyembah bintang, matahari, bulan, patung-patung, batu-batu, pohon-pohon besar, dan manusia (seperti menyembah Fir’un, raja-raja, Budha, Isa bin Maryam, malaikat, jin dan Setan). Sementara yang khafiy bisa dicontohkan seperti meminta kepada orang-orang yang sudah mati dengan keyakinan bahwa mereka bisa memenuhi apa yang mereka yakini, atau menjadikan seseorang sebagai pembuat hukum, menghalalkan dan mengharamkan seperti yang seharusnya menjadi hak Allah swt.
Adapun syirik kecil (asy-syirkul ashghar) adalah suatu tindakan yang mengarah kepada syirik, tetapi belum sampai ke tingkat keluar dari tauhid, hanya saja mengurangi kemurniannya. Syirik kecil juga dua dimensi: dzahir dan khafiy. Yang zhahir bisa berupa lafal (pernyataan) dan perbuatan.
Contoh yang berupa lafal adalah bersumpah dengan nama selain Allah dan mengarah ke syirik seperti “demi Nabi, demi Ka’bah, demi kakek dan nenek.” Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda, “Man halafa bighairillahi faqad kafara wa asyraka (siapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia kafir dan musyrik).” (HR. Turmidzi nomor 1535). Termasuk lafal yang mengarah ke syirik pernyataan, “Kalau tidak karena Allah dan si fulan niscaya ini tidak akan terjadi.” Contoh yang lain adalah memberikan nama anak dengan Abdul Ka’bah dan lain sebagainya.
Adapun contoh syirik kecil zhahir yang berupa perbuatan seperti mengalungkan jimat dengan keyakinan bahwa itu bisa menyelamatkan dari mara bahaya.
Syirik kecil yang khafiy biasanya berupa niat atau keinginan, seperti riya’ dan sum’ah. Yaitu melakukan tindak ketaatan kepada Allah dengan niat ingin dipuji orang. Seperti menegakkan shalat dengan tampak khusyu’ karena sedang di samping calon mertua. Seseorang berbuat seperti itu dengan harapan supaya dipuji sebagai orang shalih. Padahal di saat sendirian, shalatnya tidak demikian. Riya’ adalah termasuk dosa hati yang sangat berbahaya. Karena itu, Islam sangat memperhatikan sebab perbuatan hati adalah faktor yang menentukan bagi baik tidaknya perbuatan zhahir.
Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” [QS. Al-Baqarah (2): 264]
Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda, “Man samma’a sammallahu bihii, waman yaraa’ii yaraaillahu bihii (siapa yang menampakkan amalnya dengan maksud riya’ Allah akan menyingkapnya di hari Kiamat, dan siapa yang menunjukkan amal shalihnya dengan maksud ingin dipuji orang, Allah mengeluarkan rahasia tersebut di hari Kiamat).” (HR. Bukhari 11/288 dan Muslim nomor 2987)
Bahaya-bahaya Syirik
Perbuatan syirik sangat berbahaya. Berikut ini beberapa bahaya yang akan menimpa orang-orang pelaku syirik.
Pertama, syirik adalah kezhaliman yang nyata. Allah berfirman, “Innasy syirka ladzlumun adziim (sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar).” [QS. Luqman (31): 13]. Mengapa disebut kezhaliman yang besar? Sebab dengan berbuat syirik seseorang telah menjadikan dirinya sebagai hamba makhluk yang sama dengan dirinya yang tidak berdaya apa-apa.
Kedua, syirik merupakan sumber khurafat. Sebab, orang-orang yang meyakini bahwa selain Allah –seperti bintang, matahari, kayu besar dan lain sebagainya– bisa memberikan manfaat atau bahaya, berarti ia telah siap melakukan segala khurafat dengan mendatangi para dukun, kuburan-kuburan angker, dan mengalungkan jimat di lehernya.
Ketiga, syirik adalah sumber ketakutan dan kesengsaraan. Allah berfirman, “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zhalim.” [QS. Ali Imran (3): 151]
Keempat, syirik merendahkan derajat kemanusiaan si pelakunya. Allah berfirman, “Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” [QS. Al-Hajj (22): 31]
Kelima, syirik menghancurkan kecerdasan manusia. Allah berfirman, “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan. Dan mereka berkata, ‘Mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah.’ Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?’ Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).” [QS. Yunus (10): 18]
Keenam, di akhirat nanti orang-orang musyrik tidak akan mendapatkan ampunan Allah dan akan masuk neraka selama-lamanya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [QS. An-Nisaa' (4): 116]
Allah juga berfirman, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [QS. Al-Maidah (5): 72]
Sebab-sebab Syirik
Ada tiga sebab fundamental munculnya prilaku syirik, yaitu al-jahlu (kebodohan), dha’ful iiman (lemahnya iman), dan taqliid (ikut-ikutan secara membabi-buta).
Al-jahlu sebab pertama perbuatan syirik. Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan masyarakat jahiliyah. Sebab, mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin jahiliyah suatu kaum, bisa dipastikan kecendrungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa? Sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai narasumber yang sangat mereka agungkan.
Penyebab kedua perbuatan syirik adalah dha’ful iimaan (lemahnya iman). Seorang yang imannya lemah cendrung berbuat maksiat. Sebab, rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut kepada Allah ini akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai diri seseorang. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya, maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syirik seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dipilih jadi presiden, atau selalu merujuk kepada para dukun untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati orang banyak.
Taqliid sebab yang ketiga. Al-Qur’an selalu menggambarkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah selalu memberi alasan mereka melakukan itu karena mengikuti jejak nenek moyang mereka. Allah berfirman, “Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, ‘Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.’ Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” [QS. Al-A'raf (7): 28]
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.” Mereka menjawab, “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” [QS. Al-Baqarah (2): 170]
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.” Mereka menjawab, “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.” Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” [QS. Al-Maidah (5): 104]
Diambil dari : dakwatuna.com
Mengenang Buya Prof. Dr. Hamka
Pejuang Tauhid “Waratsatul Anbiya’”
dakwatuna.com - “Ayah hanya takut tidak bisa jawab pertanyaan Munkar Nakir!” Inilah jawaban tegas seorang ayah atas pertanyaan putra kesayangannya mengenai soal keengganannya untuk melakukan seikere (membungkuk ke arah matahari) atas perintah tentara Jepang. Sang ayah adalah tokoh pergerakan dan ulama Minangkabau, Haji Karim Amrullah, yang biasa dikenal dengan sebutan ‘Haji Rasul’.
Terhitung sudah puluhan tahun kenangan pahit itu berlalu. Namun rasa itu seakan masih membekas. Saat tubuh-tubuh kurus kering tanpa alas kaki dibariskan. Saat sengatan matahari pagi membaluri punggung-punggung tanpa pakaian itu. Tak ada sarapan pagi, tak ada ulam dan roti, yang ada hanya caci maki dan cemeti.
Begitulah ritual pagi setiap hari di jaman Jepang, mereka diperintahkan untuk berdiri menghadap ke timur –menghormati dewa matahari– membungkuk untuk menghormati kaisar dan kembali berdiri tegak untuk dijemur di bawah terik matahari. Perintahnya adalah “Kiotskay!” (perhatian), “Kiray!” (membungkuk memberi hormat), “Nowray!” (berdiri tegak).
Masa penjajahan Jepang walaupun tidak berlangsung lama namun membawa akibat penderitaan yang cukup memprihatinkan, seluruh rakyat hidup dalam kondisi kurang pangan dan sandang disertai dengan perlakuan kasar dari bala tentara Jepang terhadap rakyat dengan tidak manusiawi.
Inilah masa paling getir sepanjang perjalanan bangsa ini. Hawa penderitaan ini berembus ke seluruh pelosok tanah air tercinta. Tidak ada bahan-bahan untuk dijadikan pakaian dan makanan. Maka mulailah orang menjadi primitif dengan memakai kain tarok (kain kulit kayu) kulit yang sudah dikupas dari pohonnya dipukul sampai setipis-tipisnya lalu digunting untuk dijadikan baju. Bahkan juga ada yang memakai bahan karung goni. Muka dan lutut orang-orang saat itu bengkak (oedem) sedangkan badan kurus kering akibat busung lapar. Nasi harus dicampur dengan jagung (bukan jagung manis) dan dengan ubi kayu yang dipotong kecil-kecil.
Sejarah mencatat peninggalan utama sang penjajah ‘saudara tua’ yang identik untuk masa kuasa Jepang adalah dengan kerja paksa “romusha”. Konon masa ini kondisi warga lebih berdarah-darah daripada masa penjajah sebelumnya. Tidak hanya perih “mendedikasikan” tenaga untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pertahanan wilayah dengan menjadi pekerja romusha, menyediakan tubuh untuk pemuas nafsu seksual penjajah -jughunianfu menjadi pilihan yang tidak terelakkan untuk menghindari kematian.
Artinya, penjajah ini memanfaatkan benar situasi infrastruktur sosial ekonomi budaya yang telah dibentuk oleh penguasa sebelumnya. Bahkan meningkatkan frekuensi optimalisasi “sumber-sumber daya tersedia” dalam waktu yang relatif singkat masa pendudukannya.
Cerita perlawanan saat masa pendudukan ini tidak banyak rekamnya. Cukup sulit menemukan perlawanan yang ada, kemungkinan terbesar adalah karena jargon Jepang sebagai ‘Saudara Tua’ yang syarat pengharapan untuk lepas dari belenggu penguasa Belanda telah memperangah seluruh elemen warga. Haji Karim Amrullah, yang juga kondang dengan sebutan ‘Haji Rasul’ itu, tentu saja salah satu pengecualian. Beliau menolak mentah-mentah perintah yang berkonotasi ‘menyembah matahari’ itu. Ia pun sadar sepenuhnya akan risiko atas penyikapannya itu.
Penyikapan seorang yang bertauhid, yang sadar akan hakikat kemerdekaan. Kemerdekaan atau kebebasan adalah inti dari ajaran tauhid. Boleh di bilang, wacana seputar kebebasan hampir diidentikkan dengan hak pembelaan manusia ketika berhadapan dengan sebuah kekuatan yang membelenggunya. Ia seolah tersekat oleh sesuatu yang bersifat profan, privaci dan sekuler. Hampir jarang –jika tidak ingin disebut tidak sama sekali– ia dikaitkan dengan anugerah Sang Pencipta yang sesungguhnya teramat trasenden. Spirit tauhidullah inilah yang telah melahirkan sikap penolakannya terhadap ajakan seikere -khususnya-dan penjajahan itu sendiri, yang dinilainya tidak lain adalah perampasan kemerdekaan yang menjadi fitrah setiap insan.
Pada situasi inilah tauhid yang telah jauh menghujam dalam jiwa telah menemukan relevansinya. Jika tauhid yang kita kenal dengan ungkapan “Tiada tuhan selain Allah”, yang secara teologis sering dijabarkan dengan ungkapan, “tidak ada sesembahan yang sesungguhnya patut disembah, kecuali Allah”. Kalimat ini, sebenarnya memberikan semacam blue print kepada kita tentang makna pembebasan yang hakiki. Pembebasan dari penghambaan atas tuhan-tuhan yang absurd (tidak mutlak), menuju kepada kebenaran mutlak (Tuhan; Allah Swt).
Sebab jika sasaran penghambaan mengalami bias atau terfragmentasi kepada sekian tuhan, maka akan terbayang betapa ekspresi kebebasan manusia semakin sempit dan akhirnya mengalami pemasungan sama sekali. Maka sangatlah tepat jika pada awal kalimat tauhid dimulai dengan lafadz “Lâ Ilâha illa Allah ” yang mengindikasikan pesan “protes” yang keras atas penghambaan kepada segala macam tuhan. Menuju kepada hakekat Tuhan yang memberikan kebebasan tersebut (”I:â Allah”). Hal ini dapat kita telisik melalui al-Qur’an surat Quraisy ayat 4, di mana penggambaran Tuhan di sana sangat jelas sebagai Dzat yang Maha Pembebas dari segala macam bentuk ketakutan, baik ketakutan dari kelaparan, ketiranian, pemasungan hak, kediktatoran, penindasan baik politik ataupun karakter, serta segala bentuk kebobrokan nilai lainnya.
Tampaknya menginternalisasi betul tauhid dalam jiwa Syaikh Haji Rasul ini. Dan semua ini sejalan dengan wejangan dari Al-Ghazali (w. 505 H / 1111 M). Hujjatul Islam itu mengatakan bahwa ulama seharusnya mampu menciptakan jarak dengan penguasa (umara’). Ulama yang baik dan lurus tidak mendatangi para penguasa, pemerintah atau birokrat selama ada celah untuk menghindarinya. Mereka senantiasa memelihara diri dari kemungkinan dampak yang muncul akibat hubungan tersebut.
Al-Ghazali nampaknya memberikan semacam peringatan dini (early warning) tentang betapa sulitnya melepaskan diri dari kepungan kondisi psikis apabila jarak itu tidak sama sekali. Sebab, hal tersebut dapat berpengaruh pada sikap kaum ulama terhadap penguasa.
Inilah sesungguhnya kemandirian sikap seorang ‘ulama. Seperti diketahui, belakangan ini peran ‘ulama sebagai handasah ijtima’yyah -rekayasa social–penggerak ataupun anashir at-taghyiir (agent of change) dalam sebuah perubahan sosial seperti sedang mengalami mati suri. Sebabnya, mungkin zaman sudah berubah tapi sang ‘ulama tak mau beradaptasi. Tetapi amat mungkin jika karakteristik ‘ulama tak seperti dulu lagi. Mereka lebih suka men(di)dekati dengan kekuasaan ketimbang menjadi pelayan umat.
Tak lagi menyuarakan ‘amar ma’ruf nahi munkar. Padahal melawan para penindas yang rakus sesungguhnya juga amar ma’ruf nahi munkar. Atau menentang birokrat yang rajin memperkaya diri sendiri. Namun, kedua hal ini seperti tak terbukti sekarang ini.
Kita tahu sendiri bahwa tak ada suara lantang ‘ulama menentang cuci tangannya Lapindo Brantas dalam kasus lumpur panas di Sidoarjo. Tak ada fatwa ulama menentang penggusuran di mana-mana. Tak ada pula rekomendasi khusus perdagangan perempuan, termasuk pengiriman TKW kecuali setelah didesak di sana-sini.
Jeritan rakyat yang dipaksa untuk menghentikan penggunaan minyak tanah karena lebih ‘bermanfaat’ jika dijual kepada swasta, nyaris tak terdengar. Yang ada hanya gemuruh dan gegap gempita ceramah ‘ulama di acara-acara seremonial. Atau paling tidak menjadi penceramah di rumah pejabat yang tak ada nuansa dakwahnya sama sekali. Bahkan, sebagiannya kini bak selebritis. Susah dicari dan acapkali mementingkan materi.
Namun Syaikh Haji Rasul telah menunjukkan keyakinannya terhadap nilai ‘akidah’, maka perintah memberi hormat kepada dewa matahari itu tidak dilakukannya. Keteguhan sikap Haji Karim Amrullah itulah yang kemudian oleh putranya Hamka terus diwarisi sepanjang usia. Berkali-kali dalam situasi genting ia berani menyatakan diri menolak hal apa pun yang melanggar nilai dasar agama, meskipun itu berarti membuka lebar pintu penjara.
Syeikh Abdul Karim bin Amrullah-yang dikenal sebagai Haji Rasul-seorang ulama pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau. Haji Rasul tercatat sebagai orang pribumi pertama yang mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Dialah ayahanda dari Prof. Dr. Hamka.
Syeikh Haji Rasul berayahkan seorang ‘ulama pula yaitu Syeikh Muhammad Amrullah Tuanku Abdullah Saleh. Berarti beliau inilah yang melahirkan dua orang tokoh besar di Nusantara. Seorang adalah anak beliau sendiri, Dr. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah. Dan yang seorang lagi adalah cucu beliau, Syeikh Abdul Malik Karim Amrullah atau nama mesra yang biasa dipanggil orang, ‘Buya Hamka’.
Bila kita telusuri karakter ketiganya, sejak dari kakek (Tuan Kisa-i), ayah (Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah) dan cucu (Buya Hamka) secara global memiliki kesamaan dalam semangat ad-da’wah ilallah.
Walau sebenarnya dalam pemahaman dan langkah-langkah perjuangan mereka terdapat perbedaan-perbedaan yang cukup kentara. Seperti misalnya Sang Kakek Tuan Kisa-i tetap mengamalkan Thariqat Naqsyabandiyah, pengikut Mazhab Syafie. Pemahaman Islam Tuan Kisa-i kalau sekarang dikelompokkan sebagai kaum tradisonalislah. Karena gerakan tajdid belum tersebar luas.
Anak beliau, Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah, adalah seorang pelopor dan termasuk tokoh besar dalam gerakan tajdidnya Jamaludin Al Afghani. Syeikh Haji Abdul Karim Amrullah menolak amalan Thariqat Naqsyabandiyah, sekaligus menolak doktrin ‘taqlid’, tetapi lebih cenderung kepada pemikiran Syeikh Muhammad Abduh.
Sementara Buya Hamka lebih memilih bersikap moderat. Dalam beberapa tulisan kadang-kadang mengecam ‘Kaum Tua’, kadang-kadang membenarkannya. Demikian halnya dengan ‘Kaum Muda’. Bahkan dalam penilaian tasawuf,
Tuan Kisa-i atau Syeikh Muhammad Amrullah yang lahir pada malam Kamis 6 Rajab 1256 H/4 September 1840 M. Beliau wafat pada 1327 H/1909 M. Nama ayahnya-jadi buyutnya Buya Hamka– adalah Tuanku Abdullah Saleh. Tuanku Abdullah Saleh bergelar ‘Tuanku Syeikh Guguk Katur’ dan bergelar juga ‘Ungku Syeikh Tanjung’. Beliau seorang alim murid Abdullah Arif. Abdullah Arif bergelar juga dengan nama ‘Tuanku Pariaman’ dan ‘Tuanku Nan Tuo di Koto Tuo, IV Koto’.
Buya Hamka menulis, yang didengar dari ayahnya, tentang Tuanku Abdullah Saleh: ‘’Kata ayah saya: ‘Engku Syeikh Suku Tanjung atau Tuanku Guguk Katur itu adalah seorang ulama yang sangat besar perhatiannya kepada Ilmu Tasawuf sehingga kitab Hikam Ibnu ‘Athaillah beliau hafal di luar kepala. Beliau pun seorang cerdik ahli adat, sehingga bukan saja urusan agama yang ditanyakan orang kepada beliau, bahkan juga urusan adat’. Tambah ayahku pula: ‘Pelajaran Imam al-Ghazali tentang khalawat sangat termakan oleh beliau Tuanku Syeikh Guguk Katur atau Engku Suku Tanjung itu. Lantaran itu beliau lebih suka berkhalawat di suraunya di Guguk Katur’.” (Lihat Ayahku cetakan ketiga, Djajamurni, Jakarta, 1963, hlm. 46.)
Selanjutnya Buya Hamka menulis,”Kepada murid yang soleh inilah tertarik hati gurunya Tuanku Syeikh Pariaman, sehingga setelah anaknya Siti Saerah menjadi gadis remaja, beliau ambillah Tuanku Suku Tanjung itu menjadi menantu.” (Lihat Ayahku, hlm. 46-47.)
Dari petikan di atas dapat disimpulkan bahwa kedua belah pihak, baik dari pihak ibu maupun dari pihak ayah, Syeikh Muhammad Amrullah adalah ulama dan tokoh yang terkenal dalam masyarakat. Kakek beliau, atau ayah ibunya, Abdullah Arif atau ‘Tuanku Pariaman’ atau ‘Tuanku Nan Tuo di Koto Tuo, IV Koto’ adalah salah seorang yang menyebarkan Islam di beberapa tempat di Minangkabau dan merupakan pahlawan yang gigih melawan Belanda dalam Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol.
Kalau ditelusuri lebih dalam ada kesinambungan yang kuat pada perjalanan kehidupan para tokoh yang penuh berkah ini. Bagaimana sebuah prinsip, keyakinan dan kesalehan itu dapat bertahan lama dari generasi ke generasi. Bahkan pada tingkat ketokohan yang luas. Pewarisan nilai kesalehan dan kejuangan menjadi arah yang jelas akan perjuangan dakwah di bumi pertiwi ini.
Peralanan hidup seperti inilah yang Rasulullah saw sabdakan, “Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap sebuah keluarga, Allah berikan kepada mereka kepahaman dalam agama, yang muda menghormati yang tua, kasih sayang menjadi anugerah dalam kehidupan mereka, pengeluaran mereka ekonomis dan diberi kemampuan untuk mengetahui aib diri lalu bertaubat dari kesalahan, sebaliknya, jika Allah menghendaki selain itu mereka akan dibiarkan saja.” Daruquthni dari Anas ra.
Banyak orang tidak menyadari kalau anak adalah salah satu pemimpin dan pewaris umat dan bumi yang jadi pijakannya ini. Hanya karena masih tertutup dengan baju anak. Seandainya apa yang ada dibalik bajunya dibukakan kepada kita, niscaya kita akan melihat mereka layak disejajarkan dengan para pemimpin. Akan tetapi, sunnatullah menghendaki agar tabir itu disibak sedikit demi sedikit melalui pendidikan. Namun, tidak semua pendidikan berhasil kecuali dengan strategi matang dan berkelanjutan.
Kita harus mulai dari diri sendiri menggerakkan segenap daya, kekuatan, pengorbanan dan kesiapsediaan menyalakan pelita pencerdasan kehidupan bangsa. Tunas-tunas bangsa harus diselamatkan dalam pembinaan yang benar, agar jangan sampai seperti burung yang tidak bisa terbang karena sayapnya patah duluan oleh terkaman hama lingkungan yang begitu ganas. Perubahan besar lahir dari ideal yang besar. Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan kebersamaan, energi yang besar dan pribadi-pribadi agung nan teguh, tahan banting, berani mengambil resiko serta senantiasa seia-sekata dalam visi dan perjuangan.
“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” Ath-Thuur:21
Oleh: Aidil Heryana, S.Sosi
27 Maret 2009
Guritan Jagad Besemah
AMU BETUAH TUNGGULAH DUSUN
GURITAN JAGAT BESEMAH 1948-1949
Iluk gale mangkal guritan
iluk gale mangkal pantunan
guritan ini kite batasi
peristiwa jagat besemah
bukan li luat enggaghi lahat
bukan dik linjang enggaghi lintang
bukan dik intim enggaghi kikim
bukan dik cinte pade jawe
jangan ragu kurang sebase
peti e guritan sastra lame
Wayang suluk ade di jawe
wayang kulit tinggi mutunye
bukan ”puisi” asak isi
bukan ”prosa” nuntut jasa
bukan ”ambisi” endak kersi
bukane jasa endak ingatkah
kite gali kebudayaan
Sekedar kandik sumbangan
enggaghi denie lah kebelisan
lah banyak digik be-tuhan
dide pacak same nggah sajak
dide semegi nggah sejarah
Bukanye syair padang pasir
nyantuk nian pantunan lame
bukan gi tebu tulah manis
lalang dipadang manis pule
bukan gi ghindu tulah nangis
saghak bekundang nangis pule
Ribang ngah kundang ende lah pulang
embak ini ade diserge
nurut ajaran agame kite
kini lah enjadi tulang belulang
ade di padang alang-alang
ade di bukit luang sempit
ade di utan sangkar macan
ade di sungai tebengkalai
ade di jalan dik keruan
Cukup empat penjuru bumi
banyak lawangan ende lah mati
sangkan sesame endak bejage
lambat dik urung mati pule
Sate bedantum lansemen di selangis
metraliur lah encaur
diselang-selang li senampang
selat selawang ngah mortier
kapal kecapung maliaghung
dagum-dagum ngumban kah bom
diiring surat ultimatom
ngajung pasukan nyerah kiah
ughang tebace pade layang
jangankah nyerah tambah marah
kantor pos lah bumi angus
gunung dempu lah enjadi abu
karang dale tigha engkase
ghumah gadai lah jeme lihai
tangsi polisi lah makan api
lah mutung dikit ghumah sakit
Raban Nawi di tebat gunung
anju belanju ke endikat
ngaruh pasukan di pulau pinang
kalu gi ade lum setuju
luk itu nian perhitungan
cengki belande jalan ini
dik sangke liwat rantau unji
danau melukut laju direbut
li belande belum tumbuh janggut
matik penjurit Manap disini
Singgah di talang gelung sakti
di matang ubar nyususun baghisan
pasukan Satar ade disini
nyelah beperang ramai tadi
Simanjuntak laju cak ningkak
encakagh lukak munuh banyak
itulah die pemude batak
lah pacak kuntau pacak cekak
tegouw limbouw di padang karet
Yahya bahar ade disini
Tiap simpangan lah di tunggu
beserangaan senjate berat
selat selawang ngah geranat
belage pule rurah ini
kene belande pecah due
kute lah enjadi iruk babuk
laung kerebai mintak tulung
pekik dak kecik lah sengkiap
gale sekulah tutup gale
cine bedagang tutup pule
takut ade penjahat perang
encakagh lukak bande santai
ughang belanje balik berenggut
ngipati anak sesughangan
nunui benunui arat emburut
letupan tambah rami saje
ade besebut bese siwe
nyebut diwe kayangan endap
mantau diwe kayangan tinggi
dimane diwe tughun beruguk
diwate tughun bekambangan
mintak tulung mintak gimbaghi
ughang beperang rimbak ini
Pasangkah ujud ngah panede
asap kemenyan jangan putus
lawangan masuk simburan agung
ughang mapakkah perang rami
Ade nian lawangan sughang
die beperang rimbak ini
rambut menjadi saghang udang
tulang becerai dalam sungai
enjadi duguk penunggu lubuk
enjadi jin penunggu rantau
dide dikecas disedingkan
mulahe endie anak lanang
Ade pule lawangan sughang
besak tinggi sedaguk-daguk
besak tinggi sedinggam-dinggam
luk jaguk niti kemughu
luk gajah niti pematang
jaguk diketing jaguk tangan
berungsang bulu tangan kanan
kumis celakau nanduk buang
warang kalungan nyambar dagu
dadenye ijuk sekakap
sejembing pule dibelakang
untai mecakah palak kambing
dai luk badas lembak dusun
Ade agi lawangan sughang
lengan bulat lelubun buntu
pusaran tige sare bandung
tukup gending baling telinge
lidah itam dipangkal lidah
turunan diwe di kayangan
dide mati ukum penjere
penjere angkat denga sanak
Li laku lelawangan
mengamuk menggile-gile
pantak sudup ulagh berenang
pantak ke endap ngene tinggi
pantak selubang ngene due
selawi rebah diadapan
selawi rebah dibelakang
empuk luk itu muni kate
letupan tambah rami saje
Meriam meletup gunduk
timbal letupan dilayaran
luk telap selinca enjadi
pengelu ngambang kelayaran
hasil beperang jerang ini
dide kah ngitung rugi belande
kite ngitung ende kite kiah
Lah macam-macam penengaghan
singkat ende ngesit luke dikit
singkat ende enggeham luke dalam
ade ende te-enduk luke tukuk
ade cak ingking luke keting
singkat nenunjang kah matilah
ade kemindum mandi daghah
tangan embak tulah mintak garam
keting embak tulah enjejak gaung
masih sempat nyampaikan pesan
mantauwi kance due tige
Wahai kundang duduklah kudai
aningi pesanku ini
enduk nggah bapak cengki nangis
dide mustaghil sampai pingsan
binikah ngejut jande mude
anak empai tige bulan
badan dik urung sampun madam
sekilan tanah tahankan kinah
jangan kuturi perjuangan
lah banyak ige li kureban
kalu pesanku diabaikan
pintak pinteku dik dianingi
kamu ku dawe endi serege
ngape nian senampur itu
metu semirap abang iju
bedekul yak sebuku
Bedejid ngangkat timbangan
nyawelah kisah ditangkaran
lah ade kopral ninggal
sengkiap Yahya teghetap
empuk Idrus lah maju terus
biase perang Nurdin Lenggang
ilang sesaat li lah penat
lah munuh banyak Simanjuntak
empuk luk itu muni kate
ujunge masih mundur gale
kantap pandange bunyi letupan
pasukan ngulang ngatur langkah
dikire musuh lah ngelipat
tekejut nian enggaghi behete
belande lah ade dalam kute
ade penjurit enggucuh dinding
ade sersan gileng pale
wan mane kenan itu masuk
semalam suntuk dide tiduk
itulah pat ngah arunge
Ini pasukan lah bepengalaman
lah banyak makan garam perang
lawan inggeris endi pelembang
kantap belande lah dalam kute
Satar belelak ke ulu ayik
Nawi masuk pagar gunung
Yahya Bahar ke impit bukit
tanjung agung badah beritung
pelajaran enjadi pangkalan
laju betapak ke babatan
Ading malang ibang aghi
mimpi bupati Amaludin
perisuk wedana Wani
lah katun ughang bebani
bahan makanan endak kumpulkan
jangan pusing kate Basuning
gi ade beghas dalam kaling
pasukan sebar dimane-mane
mangke dik sukagh ngatur makan
perang gi lame mangke nege
Batalion enam belas lah saye panas
empuk Yunus berenggut kughus
batalion lah endak diurus
banyak pule pikir serius
Rasad keliling idar jagat
banyak perwira ende ngiringkah
embatak bedil Amancik Adil
terus beguyur haji Mansur
lah cukup sabar kate Oemar
dikirim kambangan Kaghim
Kaghim Kadir Abdullah Kadir
empuk Rubani tulah nanti
Kalu-kalu endak besemangai
kini lah masuk ke peghangai
Ajung Tatung ke tanjung kurung
trip Yunus lah ughang usung
lah matik tige kene kepung
Ajung Selamat ke tanjung tebat
kambangan Adenan lah berangkat
Kuba jati lah ditunggui
Naik bukit kambangan Hamid
jalan pinggir kambangan Munir
jarak sekilu enggaghi kute
dik di tinggalkah lame ige
lah endak ketujuh aghi ninting
ngabigh delapan malam panjang
kuntang kuing di tengah ghimbe
beghalawan ditengah utan
tanggal tujuh januaghi
ughang betempur di tegou wangi
peratu Suhir lalu mati
mati Akip di tegou wangi
amu damenye masih wangi
lah ngulang ngadang Nurdin Lenggang
lah perang pule ulu lintang
ughang di jarai kene serang
berimpit nunggu impit bukit
lah sare jeme dalam kute
lah ughang bakar los pasar
lah banyak tekabahr mudar
embalas sersan Ali Aras
Empuk luk itu muni kate
Ali Aras lah kene pule
timbak belande di pagardiwe
tughun kesungai endak minum saje
banyak sersan ende bambahan
betatai di sungai dendan
kalu kite dik salah ingat
kejadian perang jemahat
idar belande kah ngelipat
lantsmen di pasang jarak dekat
kalu ade letupan umang
lantsmen di taghik dik di anyang
itulah kude sak endi kundang
tande belande tulah datang
betempur laju malam siang
Kene belande tambah garang
nginak kance banyak tekangkang
kene lantsmen mantai petang
ade keting lah tepelanting
ade balung lah tekerintung
jeghih tanggungan idung mancung
di ayik kapogh ughang kepung
empai senampur sejerang panjang
bantuan lah ade datang
idung mancung lah ngulang nyerang
igak beligak aghi malam
datang bantuan endi pagaralam
tentera mundur ke pangkalan
tujuan nyusun laporan
enggaghi kemendan besangkutan
Ading malang ibang aghi
luk kate di pencau-pencau
bang kate di pumpong-pumpong
empai senampur sejerang panjang
kapal terbang melaye-laye
kapal terbang melaye tinggi
jikunye tinggi enggangsar langit
jikunye endap enggangsar tanah
ngebom kemane nian die
kalu endak ngebom jagat aceh
ade pasukan ende dipilih
Kalu endak ngebom minangkabahu
lah ade pasukan sangi alau
kalu endak ngebom ke bengkulu
wan itu jalan ke bengkulu
tunak kundu raban Barlian
empuk pule raban Nawawi
temiwak kambangan Jarab
empuk pule kambangan Lani
dide die ngebom kesane
ngebom kemane nian die
Kalu endak ngebom jagat lampong
wan itu jalan teluk betung
tunak kundu kambangan Nurdin
empuk pule raban Sai sohar
temiwak pasukan laba
dide die ngebom kesane
ngebom kemane nian die
kalu endak ngebom simpang sindir
wan itu jalan simpang sindir
tunak kundu Dani Efendi
kalu endak ngebom ke pelembang
disini die lah menang
Kalu endak ngebom fron utara
di lubuk linggau lah bedaghah
besak petulung raban Surongsong
belum kalah raban Alamsah
masih gi kuat Hutabarat
Kalu endak ngebom jeme jambi
Harun Sohar ade disini
dide die ngebom kesini
ngebom kemane nian die
Kalu endak ngebom sektor tengah
embak ini ade di besemah
kapal terbang melaye-leye
kapal terbang melaye tinggi
kalu endak ngebom kute lahat
kute ini lah die dapat
kalu endak ngebom gumai ulu
wan itu jalan gumai ulu
tunak kundu Oemar Ibrohi
die ngebom kesane
Luk kate dipencau-pencau
bang kate dipumpong-pumpong
empai seterap sepenginang
empai senampur jerang tulah
luk kelik menungsang alam
luk ibas teluncogh tinggi
die lah ngebom tanjung sakti
bom ende umban pertame kali
tanggal 9 februaghi
Delapan ijat rikinan kumpi
due ratus kilogham bukane ragam
ukuran berat ende terdapat
empuk pule raban di jarai
lah kene bom ughang lihai
betatai ughang di padang petai
enjadi pangkalan pelajaran
pesirah Simbat lah diangkat
pelantikan ditengah utan
musik siamang matang panjang
resepsi belum tereti
Sidik Adim depati Hasyim
empuk pule kiaji Ruhim
betahan haji Burhan
kalu lawangan di sesini
lain pengembak ngah pemakai
endi kecik semule alip
endi abang semirap kuku
sate lah pacak reti kate
sate lah pandai mau rike
ikat bekencang dimajukah
sembayang kelime-lime
sembayang kelime waktu
sekali kenan mengebang
nulak bang baye dibumi
Due kali kenan mengebang
nulak bang baye dilangit
tige kali kenan mengebang
nangkali serebe tajam
empat kali kenan mengebang
nangkali serebe bise
lime kali kenan mengebang
nentukan talu dengan jaye
Sidik Adim depati Hasyim
itulah pelang pengunian
badah ughang mintak kate
Luk kate di pencau-pencau
bang kate di pumpong-pumpong
sangkan di pencau li lah gasip
mule di pumpang li endak gancang
abiskah kudai panggung ini
ganjur guritan ke pangkalan
sape diktau ngah pangkalan
badahe ditangah himbe haye
dide banyak jeme ende pacak
cuman pasukan besangkutan
Tokoh civiel tokoh pelitik
empuk pule tokoh militer
same ngatur siasat perang
tentara kite belum ulung
bukan didikan akademi
bukan ahli perang wilayah
belum matang taktik gerela
najin luk itu kite yakin
kemenangan cengki enggaghi kite
Sughang dik ade mintak gaji
jusianye beghebut pangkat
bukan pule endek agung cepat
lah nyambur daghah gigit pacat
Ading malang ibang aghi
ditengah ghimbe cecap ning
disane ughang berunding
disini banyak dokumen perang
tesimpan dengan care sayang
tetulis beghape nyawe melayang
banyak giape anak umang
Sape jeme di perintah
sape jeme diragukah
banyak giape ende lah jande
banyak giape rete mampus
sape jeme di curigai
sape jeme di perintah
banyak lawangan ende lah mati
banyak lah rete ende lah mampus
tementatar suaghe mesin
anye bukan senamping mesin
adu beradu ngah mesiu
ini suaghe mesin tulis
diketik li jaghi manis
dide pule kalah raminye
enggaghi letupan digaghis depan
Banyak jeme ngantati nasi
dide bemalas ngantati beghas
dide bemulai ngantati gulai
gudang beghas ade di talang
sayur mayur di dalam kandang
kebile aghi sirap petang
banyak berangkat pegi ngadang
Ade nian lawangan surang
awak itam setilan itam
sampul abang di liagh-e
begeram siluk endak nerekam
tetawe siluk nyemun saje
kalu nasu patiannye
sukagh encakagh empak’annye
Makan lemak tinggali pegi
kalu kah perang kawai kinah
empuk luk itu muni kate
amu ati luk ati nabi
jusianye amukah pembuhong
kete sepatah endak tuntungi
benase pule amukah hianat
nyerah pantangan penjurit angit
kebile pule kah dik angit
celane sesetel basah kehing
makan petang dide pagian
tiduk dimane dangau bughuk
amu ade rukuk sebatang
ughang empat seseme ngisap
Berkat petulung diwe
dide disambar penyakit nular
bungok betambah bungok saje
nyantuk dipantun ughang nian
burung puyuh dibawah aghe
pungguk bemuni aghi malam
teguh-teguh ngancing dua he
siamang bukit ngibal malam
Ade nian lawangan sughang
duduk ngelamun sirap petang
duduk berupuk numpang kah dagu
ati tangan ngentak kebual
jeriji ngentak pakualis
ribangkah kance ende giade
ribangkah kundang pegi ngadang
mane rupuk an lawangan sughang
wahai kamu gegale kundang
sangkan badan duduk temenung
bukan teghingat ngah kecapung
bukan li semang ka beperang
bukan li takut ngayapi maut
bukan li geme ngah belande
bukan li sayang ngaghi rete
ade nian kebingsal sutik
Cukup menusuk jantung ati
makan koreban perasaan
minggu belakang madukah rasan
embubou sembilan bulan depan
enjadi penggantin bulan aji
kalu luk ini kah kan datange
nyantuk nian pantunan jeme
bukan kendak depati Sadan
kendak depati penantian
bukane nian kendak badan
kendak sukat ngah bagian
li laku lawangan sughang
Kalu pasukan pegi ngadang
die berangkat enggaghi tunang
sangkan berangkat enggaghi tunang
nunggui janji mangke tenang
kalu beperang dide menang
sumur benyawe tunggu tunang
Ading malang ibang aghi
luk kate dipencau-pencau
kantap betemu ngan penjadinye
mintak maap ngan kamu mamak
bukan benagh embatak dik embilang
kami ade keperluan
endak ngajak budak perejake
embantu baghisan palang merah
sate te aning pade kate
tedenagh pade ceritenye
Encungak kelangit langit tinggi
nunduk kebawah kepedakan
alang semele tumbak ini
anak lanang lah mati perang
anak betine luluk kah ngiring pule
anye empuk makmane kinah
aku endak mantau mamak aji
empai seterap sepenginang
empai senampur jerang tulah
bedekul yak jeme tue
wak aji datang giringan diwe
sate kenan masuk ke dalam
tesenyum tetawe nyerah
ngaghi kadar Allah taala
Duduk selepak selepanggung
mane tutur mamak aji
duduk-duduklah kudai nakan
dak kecik masih nanak enggulai
tegerebap suaghe ayam di tenggaghe
tekiuk muni ayam daghe
nanak enggulai nyembelih ayam
merling mate anak mude
lah ngaghap nian keputusan
kisah ini dide kah panjang
cuman pesan wak aji tadi
Bepesan ngah kamu banyak
angkanlah die kelawai kecik
endak mintak tulung di lindungi
kami dik ade kan melarang
iluk-iluk li ngatur langkah
jangan nyakiti ati jeme
jangan ade kate telanjur
besumbar menabuk dade
bande jeme jangan dikulagh
kele ade kesude annye
kalu dik nurut kate itu
diwe luat diwate benci
kusar endawai
Ading malang ibang aghi
lah endak ketige bulan ninting
ngabigh ke empat bulan panjang
di kirim kambangan Wasim
bekumpul raban Zainul
ngemendan kambangan Adenan
murid datang Samiri datang
empuk Hambali datang pule
tahan bedadar pasukan Satar
lah banyak mati pasukan Nawi
masih betatai singe berantai
tetap betahan harimau selatan
itulah dame pasukan
Bilang bukit tunggu penjurit
bilang utan ade pasukan
empuk luk itu muni kate
merege masih masuk inye
kambangan mamak belande
bilang merege di tunggunye
Di jarai ade pasukan lihai
banyak belande tegulung pandai
embak tulah pule muare gelumpai
disini die betatai
Di pajar bulan die betahan
mayor martin enjadi kemendan
kalu merege lubuk buntak
tunggu belande pangkat besak
Empuk pule pelang kenidai
di tunggu belande lihai
gunung dempu ngah bumi agung
dik di tinggalkan idung mancung
Empuk pule seberang endikat
tunggu belande besak pangkat
empuk pule di tanjung tebat
dusun bangke ngah gunung liwat
laju di tunggu li selamat
amu camat di tanjung tebat
bejalan belanju cepat
becakagh beghas mangke dapat
Piagam sempat beragam
asak giade beghas sijat
masih tetap betikad bulat
empuk belande ngajung tunduk
sughang lum ade ende lah ngakuk
Li laku lawangan sughang
badahe tunduk ade nian
tunduk nga endung nga bapang
tunduk enggi Allah menurunkan
sebut palak masih gi bulat
kantap dik nyembah pade lawan
Empuk luk itu muni kate
pagar gunung mulai bingung
kaleng beghas lah banyak ampong
tengkiang lah lame kusong
ughang di mulak dik kah pengung
asak merdike jangan urung
Lah pisak nunggu di mulak
lah bingung nunggu di ketagung
lah bingung nunggu pagar gunung
ughang dialau li kecapung
van Mook lah terus ngamuk
van der Plas lah saye buas
jagat aceh lah diapahe
jagat besemah embak tulah pule
Ading malang ibang aghi
ade nian lawangan sughang
kenan tedesak laju tarak
tarak bukane mintak nomor
angke beghape keluagh kele
tarak luk ini larangan diwe
endak agung dide betembai
endak kaye dide bemule
tarak bukane mintak nomor
betape bukan encakagh rete
cuma sutik saje pintaan
mak mane mangke ngusir belande
Kemampak bukane bulan
kemenjar bukane mate aghi
suaghe ade lantang dide
ngenjukkah ucap ngah tungguan
pekik menyapu aban putih
tungguan nabi Sulaiman
ambik suaghe nabi Daud
lepas tungguan nabi Musa
lah nyamar tuan penyamar
mane tutur tuan penyamar
selandap batang selindip
selindip batang maye-maye
kesatu endap kedue indip
ketige lembah paghibase
kalu tekecak kate itu
rusak adak benase dide
Mudik melangkah endi peghajang
Allah kasih Muhammad sayang
Melikat pangku paliare
li laku lawangan sughang
sekali die ngentam tanah
tige kali gempe sepagi
gigir gening kayangan endap
gigir gening kayangan tinggi
tegogh limbogh di lekipali
ngape denie kuncang kighap
belum diangkat pengguruan
masih melikat enggimbar badan
due kali meggilik badan
tetegar tunjuk kelaut
Enggerandang laut belah due
ngapunglah ikan lumbe-lumbe
bulang-baling seluang remas
dide tetahan keangatan
tegogh limbogh di jagat jawe
besemah tambah kuncang kighap
belum diangkat pengguruan
tige kali menggilik badan
tetegar tunjuk kelangit
bedelap mataghi pajam
remancap bintang mate taun
kemindum bulan malam lime
sujud segale rumput teratai
ngangguk segale bulan bintang
empai diangkat pengguruan
wong seng arep tikam bedegan
musuh tuale tuntung pejere
ku gantung penjere
seribu pitung puluh
sia kekiri dan ke kanan
macetlah gale pengelu lawan
hak katenye Allah
Itu tungguan di lepaskan
Ading malang ibang aghi
dang senarung tampo itu
banyak pasukan lah kurang makan
ade enjualkah atap kalangan
tejual atap jeramba dendan
ghumah sekolah di tawarkan
tukar ngah beghas kandik makan
empuk luk itu muni kate
ngangguk gale rie penggawe
lah setuju pesirah kite
bukane liar kate Kandar
bukan diktaktor kate Bedur
cukup dipikir kate Manasir
empat sersan tetap betahan
najin gghapat lah kurang makan
najin celane lah tampitan
masih maju dik besepatu
dindak nyerah penjurit satu
makai akal sang piatu
due tige embuat setuyu
ditanjul ngah akagh bulu
diajung itam kandik baju
sate diugak tige setuyu
laju disiram ngah pengelu
tebudi belande maju
abis pengelu li setuyu
Ading malang ibang aghi
luk kate dipencau-pencau
bang kate dipumpong-pumpong
mule dipencau li lah gasip
sangkan dipumpong li endak gancang
ade pasukan medu sayak
jemenye banyak kanak-kanak
masih sekulah ungkusi mamak
kalu nak nginak semangate
melebihi setue ghimbe
endak daging tulah rupuk annye
bukane daging sapi daghe
daging pideral keluat jeme
enah anak kerebai mane
kalu ade jeme betanye
die cuman tetawe saje
seluk adak nanggung kebingung
seluk dide nanggung penane
lembut tulang nginak cengehe
Raban TRIP kete Kemadip
embak tulah pule kate Saghip
banyak pelajar laju enggabung
nyagu nulis nyagu beritung
laju encakagh lukak bombung
gghapat tekedan idung mancung
udim perang laju nyemantung
Empuk luk itu muni kate
sate tekantap perang nege
laju ngulang sekulah gale
lah banyak pule bekance
abiskah kudai panggung ini
ganjur guritan babak sane
amu li kawan babak sane
Kambangan mamak belande
ade ughang amsterdam
lah nyusuk ke pagaralam
pasukan nanye nambah saje
ditambah pule li jeme kite
empuk itam belande juge
titulah gghapat sumbar kanye
empuk luk itu muni kate
belum bise memerintah
belum beghani ngajung kuli
jaman kontelir pegang setir
kalu beghani cube-nube
ade melikat nyambar nyawe
orang keling bekeliling
baju itam ngibal malam
gerilawan dik jauh ige
gghapat sampai ke palak tangge
mucung geranat pasang kanye
singkat ughang beresik juge
ghulih geranat due tige
Banyak belande masang jeghat
ditanjul betali kawat
titu di pasang bilang jambat
ade sapi laju teghanyat
laju mati laju dik sempat
endik makan lemak gulai lezat
najin kance lah banyak wapat
Almarhum Bamim laju dik ngudim
namatkah sekolah tingkat pertame
anak lanang gi sughang tulah
almarhum Paal tulah meninggal
bujang bedengkang berambut sedang
gunting sirongan masih tekentang
mayat dimakam sirap petang
Di pajar bulan gadis korban
di gelung sakti rakyat mati
empuk Semit endi impit bukit
luke lum ghadu lah berimpit
abiskah kudai panggung ini
guritan ganjur ke tanjung sakti
Tanjung bukanlah asak tetanjung
disane kumpul pemimpin agung
ngatur tiori A.K. Gani
kenan keliling propinsi
residen Rozak gemerasak
empuk tue gi pacak nimbak
gghapat pule ampir tejebak
untung duit pacak encitak
duit dicetak di tanjung sakti
itu diatur li Rusnawi
Kambangan raban polisi
ade lanang endi sukabumi
komisaris pangkat pasti
lah ade pule lanang jati
Taslim Ibraghim ade disini
Keresidenan ngalih sini
pusat kemendan Bambang Oetoyo
kini lah nunggu ayik keghuh
itu besemah ayik keghuh
keghuh ayik keghuh rupukan
ngatur tiori endak melawan
ngatur siasat mangke cepat
kemenangan pacak di dapat
Kodam IV ade disini
territorium waktu ini
batalion ade di dusun
pagar bunge ngah tanjung kurung
disitu pusat pemerintahan
disitu banyak lelawangan
disane ughang tetap betahan
Ade nian binteng alam
titu dibuat ughang kelam
binteng bedame jeramba genting
disitulah badah betahan
banyak lawangan kurang makan
empuk pule pesenjatean
anye dik ade kemampiran
empuk belande buas melawan
jeme beghani tetaruhan
belumkah liwat empuk sitan
apelagi serdadu upahan
Ading malang ibang aghi
ade tekujat kawe manak
ijate kuning lagi besak
entah sape mule pertame
ghulih bibit kebilan jeme
bukane jeme kite saje
empuk belande kebilan pule
itu bahan export utame
kate jeme ende bekuase
benagh ngah dide dik tau kite
amu kabahr awar genawar
itu sumber devisa kite
emuk luk itu muni kate
digik tehingat enggaghi mamak
nemuka bibit ijat besak
Enjadi insiyur sekolah adak
sumber devisa jeme besak
dide benagh ade salahe
amu di enjuk tande jase
Ade pule ayik ende panas
ngulu tulung di ayik deghas
bukan sarjana ende mengulah
bukan insinyur ende mengatur
itu kendak Allah taala
Kalu titu diusahakan
sumber devisa endi eropa
kambangan paghiwisata
kah banyak datang endi eropa
Ading malang ibang aghi
kalu ughang di tanjung sakti
adat masih tepegang kuat
jeme sehendi ngah sehepat
kecik nurut ende tue ngipat
ughang betemu enggaghi Tenar
Tenar dame tenar jemenye
Ading malang ibang aghi
lah endak keenam bulan ninting
ngibagh ketujuh bulan panjang
gendang gepuh di tengah himbe
perang lum kina tande nege
anak ngah bini tinggal gale
Dide jelas tuape kabahre
keresidenan di tanjung sakti
dide tesebut nomer urut
dide tedaftar di markas besar
dide tetulis di meja tulis
Cuman pantun karang guritan
satu-satunye kecamatan
sampai dik ade kemampiran
abis tau empat sembilan
empuk luk itu muni kate
Banyak ibuk payah berupuk
lah banyak pule kurang tiduk
laki dimane kebile nyubuk
jehih tanggungan raban ibuk
empuk luk itu muni kate
asap kemenyan dide putus
masangkan ujud ngah penede
terasul kalu ngulang kumpul
tesangi kalu ngulang menang
ghumah salah sughang panglime
betekuk bukan engkas rukuk
belubang bukan engkas kumbang
engkas peluru sanampang mesin
nyaris matik ughang selusin
kalu dide salah ingatan
itu nyelah ghumah Barlian
Barlian ade di lais
ughang di ghumah laju nyaris
nyaris madam nyaris tenggelam
kebile aghi sirap malam
banyak ngeluagh baju itam
die lah nuju pagaralam
Ganjur guritan ke pedalaman
sangkan bejuluk pedalaman
itu daerah lah kemasukan
bukane masuk iblis setan
bukane pule kesurupan
masuk belande embabi bute
Ading malang ibang aghi
jangan beragam kate Agam
kance Sejaim matik udim
ughang ketawan sesarean
empuk Bedur jeghih tanggungan
jeme ghapat ngighim sumbangan
dicatat gale li kaki tangan
Pengelu panggil dikighimkan
kighiman anip endi pedalaman
sape dik tau engaghi Anip
agen besak lah ughang intip
kaki tangan sepade rinip
selalu ngintai ngah nyelinip
lauk kate di pencau-pencau
bang kate di pumpong-pumpong
ganjur guritan ke babatan
Yahya bahar ngulang tekedan
luluk kah lage same kawan
Batalion tige delapan
lah banyak sesat rupuk an
Taslim raban C.P.M
musi Oeloe rumbungan tuju
kereje sangkan lah embak itu
ade pesirah endi lah puna
sintimen merajalela
jabalan ngakuk lawangan
penjahat ngakuk bepangkat
bandit lah ngkakuk perajurit
gegale sape dik kah sempit
Kalu ughang di pedalaman
luk pantun ghempan diarisan
pengebah enjadi kebingung
kemarau enjadi karang tangis
sangkan ujan enjadi kebingung
takutkah kemarau sambar banyu
sangkan kemarau enjadi karang tangis
takutkah hempan lahap api
ditengah bentak gajah merah
di tepi tenye kumpi
Alakah murah rege nyawe
lebih murah endi rege kawe
sate lah enggegham langau ijang
dik kawan ade ende lawan ade
ende enjadi kaki tangan
banyak ende dindak campur tangan
lah banyak pule ende ketawan
Anip melapor ngah kemendan
lah banyak pule timbul bimbang
perang dide belukak menang
lah tunak ughang tunggu tunang
tunak basangu rasan dide
tunak embak lepu bawah batu
tunak luk lepang bawah batang
Ade nian lawangan sughang
diajung berenti li penjadi
anakku kalang anak keli
anak kejubang bawah batang
anakku bukan ghulih embeli
ghulih nede di bulan bintang
lah sebesak itu badan
lah setue itu nyawe
sekali adak pantau dame
idang dipantau malang tulah
kereje sangkan lah embak itu
li kundu badan pulanan
Yak mekukul tulah mangkal
demam malam anju belanju
badan lah kene lumpuh karang
kalu dide nemu benantu
lilaku lawangan sughang
embetuk tue meregam kenyang
embak pialing nyantap besi
mingguk adak miring dik ade
sepatah belum juge nimbal
lambat pelayun nimbal juge
nimbal kundu jurai tue
Nakan malang lawangan sughang
kalu kikabah belum pacak
kalu kabah belum tau
ade nian pepandin iluk
ade nian pepandin ringkih
rasan lah ude ku pajun paju
ughang bekule kantap galak
kalu bekule dengan kite
same turun same embuluran
ke gunung pacak same naik
ke lembah pacak same turun
same-same kundu beturun
same-same di tumbang ratu
putih peteri tekelipin
Anak ratu selimbur buih
kelawai bujang bangse kare
au nimbal lawangan sughang
engguk nian benagh kate mamak
putih peteri tekelipin
digik becele becelake
digek becuntoh dilayaran
mane beganding di segare
cuman ade celake dikit
amat-amat celake besak
putih peteri tekelipin
gumbak ikal bejumpung putih
jaghi sepuluh kurung lime
peruman jande kate jeme
Badan dek sanggup mati dulu
dindak kabah enggi gadis itu
ade agi pepandin iluk
ade agi pepandin ringkih
rasan lah ude dipajun-paju
ughang bekule kantap galak
kalu bekule dengan kite
Same-same kundu peturun
kundu peturun lebak intan
turusan diwe di kayangan
dide dibayang langit agi
puteri kuncup bunge melur
anak ratu tanjung auran
kelawai ulu balang lame
Au nimbal lawangan sughang
kamu ngetakah panggung itu
puteri kuncup bunge melur
digik becele becelake
digik becuntoh di layaran
mane beganding disegare
cuman ade celake dikit
amat-amat celake besak
besak tinggi bekain singkat
bejalan nerada bulan
peruman rengis kate jeme
badan dik sanggup dimaraghi
Au nimbal jurai tue
dindak kabahh ngah gadis itu
ade agi pepandin iluk
ade agi pepandin ringkih
rasan lah ude dipajun paju
ughang bekule kantap galak
kalu bekule kantap galak
kalu bekule dengan kite
same ke luang tunggang ayik
same-same ditumbang ratu
itam manis puteri arab
anak bangsawan di kayangan
sape dik tau itam manis
lah banyak bujang tekelindan
banyak lawangan ende ngemendan
kalu betemu peteri arab
iluk kah jerang lalu lame
Semalam laju due malam
igak beligak nambang bulan
isir kekisir laju naun
laju dik dapat jalan balik
kene merujung itam manis
empuk luk itu muni kate
li laku lawangan sughang
embentuk tue meregam kenyang
siluk nanye batu genam
mingguk adak miring dikade
Empai senampur sejerang panjang
lambat pelayun nimbal juge
nimbal kundu lawangan sughang
mane tutur lawangan sughang
engguk nian benagh kate kamu
itam manis puteri arab
digik becele becelake
digik becuntoh di layaran
mane beganding di segare
cuman ade celake dikit
amat-amat celake besak
itam manis puteri arab
panjang lah tunjuk endi jeghiji
kebile makan cucuk cecal
badan dik sanggup makan tighah
Ading malang ibang aghi
metu sirang pejadinye
kalu luk itu kate kabah
kabah ngetakah panggung itu
kambangan mamak belande
bukane batan pepegan
cagak setue tinjak besak
ngetam buaye enggimbar batang
kalu malu betambah malu
malu betambah bingung masih
sape dik tau lawangan sughang
encericit peluh dikening
tegenang peluh diselangke
melawan di ati-ati
melawan diati kecik
kalu bukan kate pejadi
kenanlah nimbak sampai mati
Luk kate dipencau-pencau
bang kate dipumpang-pumpang
li laku lawangan sughang
kisur tumit ganjur bejalan
dielah turun parelaman
kah ngulang balik ke pasukan
empuk luk itu muni kate
dang senarung tempu itu
sikuk penjurit diadu kalah
due kopral disabung mati
tige sersan disabung balui
bilang fron lah kemasukan
care frontal digik medal
Tihah encakagh lukak ngimbang
ade bagian pacak menang
mane rupuk-an lawangan sughang
dide ku menang lambat balik
dimane keputat ati
dimane keribang badan
kan kutuntut di layaran
kan kucaghi di segare
kalu beperang dide menang
malu ngah empaan ngah imbean
malu ngah kundang katin turun
tige kali tuhun denie
malunye masih ngali ambang
tihah ku badan mutih mate
iluk lah badan mutih tulang
mutih tulang banyak empak-an
mutih mate jarang imbean
bukan langguk bukan tekebur
iluk lah badan hancur lebur
tihah diatur li diktatur
Ading malang ibang aghi
kah endak ketujuh bulan ninting
ngabigh delapan bulan panjang
kapal lah ngulang melaye-laye
kapal ngulang melaye tinggi
jikunye tinggi ngangsar langit
jikunye endap ngangsar tanah
ngebom kemane nian die
belum puput karangan sebutan
belum abis karangan siwe
luk kelik menungsang alam
luk ibus teluncur tinggi
die lah ngebom tanjung sakti
pengembom kedue ini
bom ende umban enjadi selawi
tanggal due puluh empat juli
rebah rimpung di tanjung sakti
ini serangan abis-abisan
itulah nurut perhitungan
letak senjate lah di umumkan
cace pire kate kemendan
tapi lum ade pelaksanaan
tambah sangat pertempuran
belande ngambik kesempatan
Cacak dik tau ngah pengumuman
asak merusak endik patian
kalu belande lah kebelisan
digik peduli sape lawan
tihah nurutkah kendak sitan
Waktu tekedan tempu itu
banyak ughang ngucap ghuleh
bom ende dide sampai meletup
laju enjadi lantsmen kutak
berkat keahlihan jeme persenjatean
laju enjadi lantsmen kutak
berkat keahlian jeme persenjatean
laju banyak nambah korban
enggaghi belande di pedalaman
mulyono laju besak taruh
embuat senjate banyak munuh
sate tekantap perang menang
lah jeme laju linjang
banyak pasukan ngulang datang
ke tanjung sakti die ngumbang
ngambik lantsmen pulang petang
laju berangkat ngadang
Ade ende masih hizbullah
ini kendak allah ta’ala
ade masih be-pe-er-i
jemenje tahan pule mati
ade pesindo ngah napindo
jemenje dide kurang taro
tebentuk pule ende pe-pe-i
ini barisan endi puteri
tugas utame nyiapkan nasi
lempar lemang digek tebilang
gulai teghung lah penuh tuntung
gulai kacang lah penuh tepang
amu taghuk tulah telungguk
amu sambal kandik kopral
Ude lah ude dikumpulkan
diantatkah dide bemubil mewah
gerubak sapi lah jadilah
sukagh jeme lah melupekah
peluh janiah ngah Seleha
Suriah kundang Nurmah
Subaidah kundang Khodijah
Baya lah kundang enggaghi Mina
Subiarti nunjuk-i nyanyi
kalu endak nginak bukit ini
ade gambare enggaghi kami
srikandi jagat besemah
ngenjuk spirit empuk dikit